Si bodoh & kenyataan
Rasanya ingin berlari sekencang-kencangnya sampai dada ini meledak, Ingin berteriak sekeras-kerasnya sampai suara ini serak, Ingin menangis sampai air mata ini habis.
Hidup seperti tak ada habisnya membuatku untuk menyerah. Dunia ini semakin tak bersahabat saja, tadinya kupikir cuma kamu yang meneduhkan semua gundah ini, mendinginkan semua bara yang terus berontak di dada ini. Tapi ternyata tidak, kau hanya segumpal tanah bulat yg ku diami dan tak mungkin bisa mengerti rasa ini.
Lalu siapa? Kemana? Kucari semua jawaban atas semua misteri ini! Aku tak ingin marah walaupun cuma itu yang melintas dalam otakku ini..Aku juga tak ingin diam, karna habis sudah kesabaranku ini.
Entah..entah..entahlah..Aku cuma berharap ini hanya bunga tidur si anak bodoh di siang bolong. Aku ingin bangun tapi ternyata ini memang ”nyata”…
Aku & Semut merah
Tidak ada yang berubah setiap pagi ini datang, Semuanya nampak sama..dari mulai ayam berkokok, matahari yang belum menampakkan wajahnya dan tentu segelas kopi hangat plus sebatang rokok.
Melulu seperti itu, Sekilas mata ini tertuju pada saudara” ku yang berebutan ke kamar mandi..hmm, sungguh pemandangan yang tidak biasa di bandingkan dengan rumah dikampungku. Aku mulai meneguk kopiku yang mulai dingin..sruuup..ah..
Kembali ku teringat pada nasehat ibuku,”kalau udah beres cepet pulang!”..tak terasa sudah 1 minggu aku meninggalkan rumah..hmm..pikirku ”kerjaan pun belum aku dapatkan sebaiknya jangan dulu pulang deh..” ya walaupun keuangan sudah menipis tp mudah”an aja kesabaranku tidak ikut”an menipis.
Tak sadar..karna ke enakan bercerita, kopi yg baru ku teguk 1 kali kini sudah penuh oleh segerombol semut merah..malang bener nasibku..
Tak pikir panjang, Aku langsung memilih berbagi dengan mereka…dan bergantian meneguk kopi walaupun rasanya sedikit agak pedas..
Menguak Misteri Ilmiah Kiamat 2012 [Bagian 3]
Soal kiamat, ilmuwan AS bahkan berani menyatakan: bumi itu sekarang sedang menuju kehancurannya!
Oleh: Syaefudin*

Tulisan Menguak Misteri Ilmiah Kiamat Bagian I dan Bagian II sebelumnya memaparkan penjelasan ilmiah ahli astronomi. Pakar dari Meksiko, Inggris dan Jerman tersebut mengisahkan kehancuran matahari, bumi dan planet-planet dalam tata surya kita di masa mendatang.
Itulah upaya akal manusia dalam memahami perubahan mahadahsyat di luar angkasa, yakni matahari, yang bakal menamatkan riwayat planet hunian kita. Sebuah adegan nyata mengerikan mengenai pemusnahan seluruh kehidupan di bumi yang diisyaratkan dengan terpecah belahnya langit, runtuhnya bintang-gemintang, serta guncangan dahsyat pada bumi yang tak terelakkan. Semua itu dinyatakan sang Pencipta mutlak pasti terjadi di masa depan dalam firmanNya:
“Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan” (QS. Al Infithaar, 82:1-2); “Dan apabila langit terbelah” (QS. Al Mursalaat, 77:9); “Langit terbelah pada hari itu. Janji Allah pasti terlaksana” (QS. Al Muzzammil, 73:18); “Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh” (QS. Al Haaqqah, 69:16); “Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya” (QS. Al Waaqi’ah, 56:4). Read more…
Menguak Misteri Ilmiah Kiamat 2012 [Bagian 2]
Ilmuwan badan antariksa Jerman menjelaskan proses kehancuran Matahari. Menurutnya, inilah pemusnah kehidupan di Bumi.
Oleh: Syaefudin*
Al Qur’an memaparkan secara rinci di banyak ayatnya mengenai peristiwa di awal hari kiamat, yakni kehancuran dunia. Di antaranya adalah dalam surat At Takwir:
Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dipanaskan… (QS. At Takwir, 81:1-6)
Di situ jelas bahwa rentetan proses kehancuran dunia di antaranya ditandai dengan matahari yang tidak lagi berada dalam keadaan wajar, tatanan bintang gemintang di ruang angkasa yang mengalami perubahan dahsyat hingga digambarkan sebagai “berjatuhan”. Tidak hanya itu, makhluk hidup di muka bumi tidak bisa lagi hidup dengan baik, dan dikisahkan di ayat tersebut keadaan mengenaskan dari unta, serta dikumpulkannya binatang liar, yang biasanya hidup damai, tentram dan berkembang biak secara wajar di alam bebas. Ditambah lagi gunung yang luluh lantak, serta lautan, cadangan air yang begitu melimpah di muka bumi, yang mengalami pemanasan di hari itu. Read more…
Menguak Misteri Ilmiah Kiamat 2012 [Bagian 1]
Ilmuwan tidak lagi menolak terjadinya kiamat. Mereka malah membuat prakiraan ilmiah bagaimana terjadinya.
Oleh : Syaefudin*

Isu akan terjadinya kiamat di tahun 2012 begitu banyak menyedot perhatian manusia. Sampai-sampai, ada film berjudul 2012 yang bercerita tentang peristiwa mahadahsyat berupa kiamat. Film yang disutradari oleh Rolland Emmerich ini menggambarkan kejadian ‘akhir dunia’ dengan efek gambar yang cukup membelalakkan mata pemirsanya.
Gedung-gedung pencakar langit yang hancur melebur, hujan meteor, bumi yang terbelah, sampai luapan samudera yang meluluhlantahkkan permukaan bumi tergambar jelas di film tersebut. Saat itu, manusia sibuk dengan urusan masing-masing, menyelamatkan diri dari bencana akbar itu. Terlepas silang pendapat mengenai cerita di balik 2012, film tersebut cukup mampu menarik penonton untuk melihatnya. Read more…
Beramai-ramai Menghujat al-Quran
Babak baru perkembangan liberalisme pemikiran adalah penghujatan Al-Qur’an. Seorang dosen IAIN bahkan menulis “Edisi Kritis al-Quran.”
Umat Islam Indonesia sekarang memasuki babak baru yang sangat menentukan masa depannya. Arus sekularisasi dan liberalisasi yang kini diusung dan digelindingkan sendiri oleh sejumlah tokoh, kampus, dan organisasi Islam, telah menemukan bentuknya yang mendekati apa yang terjadi di dunia Kristen. Gagasan liberalisasi yang ratusan tahun lalu digelindingkan di dunia Yahudi dan Kristen kini dipaksakan kepada Islam. Maka, apa yang selama ini tidak pernah terpikirkan oleh umat Islam, sekarang sudah mulai harus dipikirkan.
Salah satu isu penting yang digelindingkan kaum liberal adalah masalah isu otentisitas al-Quran. Kaum Liberal – yang menganut paham pluralisme agama – tampaknya tidak rela, kalau kaum Muslim masih saja mengklaim, hanya agamanya saja yang benar, dan hanya Kitab Sucinya (al-Quran) saja yang benar. Sesuai paham pluralisme agama, maka semua agama harus didudukkan pada posisi yang sejajar, sederajat, tidak boleh ada yang mengklaim lebih tinggi, lebih benar, atau paling benar sendiri. Begitu juga dengan pemahaman tentang Kitab Suci. Tidak boleh ada kelompok agama yang mengklaim hanya kitab sucinya saja yang suci.
Maka, proyek liberalisasi Islam tidak akan lengkap jika tidak menyentuh aspek kesucian al-Quran. Mereka berusaha keras untuk meruntuhkan keyakinan kaum Muslim, bahwa al-Quran adalah Kalamullah, bahwa al-Quran adalah satu-satunya Kitab Suci yang suci, bebas dari kesalahan. Mereka mengabaikan bukti-bukti al-Quran yang menjelaskan tentang otentisitas al-Quran, dan kekeliruan dari kitab-kitab agama lain. Read more…
“Mengapa Tega Mencaci al-Quran dan Sahabat Nabi?”
Tren baru liberalisme adalah ‘mencaci al-Qur’an’, menghina ulama, tapi mendewa-dewakan orientalis.
Sebagian pendukung paham sekularisme dan liberalisme mungkin tidak sadar, bahwa penyebaran paham ini sejatinya bagaikan membuka sebuah kotak pandora. Saat kotak itu terbuka, maka terjadilah peristiwa-peristiwa tragis yang susul-menyusul dan berlangsung secara liar, sulit dikendalikan lagi. Paham ini – yang biasanya berlindung dibalik jargon “pencerahan” dan “kebebasan berpikir” – menyimpan agenda-agenda dahsyat berupa penghancuran agama itu sendiri. Liberalisasi yang tanpa kendali telah terbukti menjadi senjata pemusnah masal buat agama-agama.
Salah satu wacana yang berkembang pesat dalam tema sekularisasi dan liberalisasi Islam di Indonesia saat ini adalah tema “dekonstruksi Kitab Suci”. Maka, proyek liberalisasi Islam tidak akan lengkap jika tidak menyentuh aspek kesucian al-Quran. Mereka berusaha keras untuk meruntuhkan keyakinan kaum Muslim, bahwa al-Quran adalah Kalamullah, bahwa al-Quran adalah satu-satunya Kitab Suci yang suci, yang bebas dari kesalahan. Sebagaimana kita bahas dua pekan lalu, sekarang sudah banyak orang dari kalangan Muslim sendiri yang bekerja keras untuk meruntuhkan otentisitas al-Quran sebagai Kitab Suci umat Islam. Ibarat dalam satu peperangan, para penghujat al-Quran ini laksana menikam kaum Muslimin dari belakang.
Diantara tulisan-tulisan itu ada yang dikemas halus dan cukup ilmiah, sehingga tidak mudah bagi kebanyakan kaum Muslim untuk mengkritiknya. Tapi, ada juga penulis yang menggunakan bahasa yang kasar dan caci maki terhadap al-Quran, para sahabat, dan para ulama Islam.
Dalam acara bedah buku Prof. Musthafa A’zhami, The History of The Quranic Text, di Universitas Islam Negeri Jakarta, 12 Mei 2005, saya menunjukkan beberapa buku yang kini tersebar bebas dan secara terang-terangan menyerang kesucian al-Quran. Beberapa diantaranya sudah kita ungkap dalam catatan terdahulu. Ada satu buku lagi berjudul “Lobang Hitam Agama” (2005) yang secara terbuka mencaci maki al-Quran dan
para sahabat Nabi.
Di dalam buku ini tertulis kalimat-kalimat sebagai berikut: Read more…
“Peringatan Imam al-Ghazali”
Kita sering jumpa masyarakat yang bangga “awam” dalam ilmu agama. Mereka bukan bodoh, tapi tak paham ilmu fardhu ‘ain, dan ilmu yang fardhu kifayah.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ilmu? Ilmu-ilmu apakah yang harus dipelajari, dan untuk apa mempelajari ilmu-ilmu tersebut.
Pendidikan, pada dasarnya berkaitan dengan masalah ilmu. Apalagi masalah pendidikan agama, yang berkaitan dengan ilmu-ilmu agama (ulumuddin). Sudah bukan rahasia lagi, kekacauan konsep ilmu telah menyebabkan munculnya dampak yang sangat serius di kalangan kaum Muslim saat
ini.
Pada level perguruan tinggi, konsep keilmuan terpecah secara mendasar; ilmu agama dan ilmu umum. Perguruan Tinggi dibentuk berdasarkan konsep yang sekular itu, sehingga lahirlah universitas/Institut Umum dan Universitas/Insititut Islam. Konsep dasar ini jelas sangat keliru, karena tidak berdasarkan pada konsep keilmuan Islam. Dari konsep yang salah ini, lahirlah para cendekiawan yang terbelah, baik dalam cara berpikir, maupun dalam penguasaan keilmuan. Read more…
“Talbis Iblis”
Tulisan Dr. Syamsuddin Arief, di hidayatullah.com, “DIABOLISME INTELEKTUAL” menyulut tanggapan keras aktivis Islam Liberal. ‘Diabolisme’, berarti pemikiran ala Iblis.
Dr. Syamsuddin Arief, alumni ISTAC yang sedang mengambil doktor keduanya di Frankfurt Jerman, beberapa waktu lalu menulis satu artikel yang menghebohkan di hidayatullah.com. Judulnya: DIABOLISME INTELEKTUAL.
Artikel ini segera menyulut tanggapan keras dari seorang aktivis Islam Liberal, yang segera
menuduh bahwa orang seperti Dr. Syamsuddin Arief cenderung punya kelainan jiwa (mental disorder), karena merasa dirinya paling benar dan paling bersih.
Melalui artikelnya, Syamsuddin menjelaskan, bahwa “diabolisme” berarti pemikiran, watak dan perilaku ala Iblis ataupun pengabdian padanya.
Dalam kitab suci al-Qur’an dinyatakan bahwa Iblis dikutuk dan dihalau karena menolak perintah Tuhan untuk bersujud kepada Adam. Iblis tidaklah atheis atau agnostik. Iblis tidak mengingkari adanya Tuhan. Read more…
“Islam Ragu-ragu” versi Rektor UIN Yogya
Rektor IAIN mengajak mahasiswa ‘mencurigai’ agamanya sendiri. Metode ini bisa melahirkan sarjana yang tadinya belajar ushuluddin menjadi “ucul”-“din” (agamanya lepas)
Oleh: Adian Husaini
Di kalangan akademisi muslim Indonesia, nama Prof. Dr. M. Amin Abdullah tidak asing lagi. Selain menjabat sebagai rektor Universitas Islam Negeri Yogyakarta (dulunya IAIN Yogya), dia juga pernah menjabat posisi penting di PP Muhammadiyah, sebagai Ketua Majlis Tarjih dan Pemikiran Islam. Tetapi, dalam Muktamar Muhammadiyah ke-45 di Malang, tahun 2005, namanya terpental dari jajaran pimpinan pusat Muhammadiyah. Read more…





Komentar Terakhir