
Sebuah situs Muslim mengomentari kasus flu babi dengan mengatakan, merebaknya “swine flu” merupakan adzab Allah.
PEMERINTAH Mesir memerintahkan pemusnahan sekitar 300.000 babi sebagai antisipasi “swine flu” (flu babi) yang kini melanda Meksiko. Hal itu membuat marah para peternak dengan memblokade jalanan yang akan dilewati para petugas kementerian kesehatan yang akan memusnahkan babi. Para peternak babi juga menuntut kompensasi atas pemusnahan babi mereka.
Pemerintah Mesir dinilai panik menyikapi flu babi, mengingat trauma mereka atas dua lusin penduduk yang meninggal akibat wabah sebelumnya, flu burung. “Kami mengingatkan Hosni Mubarak bahwa kami adalah semua bangsa Mesir. Dia ingin kami pergi ke mana?” ujar seorang peternak babi, Gergis Faris (46). “Kami orang tidak berpendidikan, hanya berusaha keras untuk bertahan hidup sehari-hari, dan sekarang jika babi-babi kami diambil pemerintah tanpa kompensasi, bagaimana kami bisa hidup?”
Islam menganggap babi sebagai binatang kotor dan haram dikonsumsi. Sebuah situs Muslim mengomentari kasus flu babi dengan mengatakan, merebaknya flu babi merupakan adzab Allah bagi kaum kafir yang suka mengonsumsi daging binatang haram tersebut.
Babi dilarang di sejumlah negara Muslim, termasuk Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Libya. Namun di sejumlah negara Muslim lainnya, termasuk Mesir, babi diizinkan demi toleransi bagi non-Muslim yang biasa makan daging babi.
Di Jordania, seiring merebaknya kasus flu babi, pemerintah memutuskan untuk menutup lima peternakan babi di negeri itu. Setengah dari 800 babi di peternakan tersebut dimusnahkan, sisanya direkolasi ke tempat yang jauh dari permukiman penduduk.
Di Mesir, daging bagi dikonsumsi penduduk minoritas Kristen, sekitar 10% dari total penduduk Mesir. Juru bicara Kementerian Kesehatan, Abdel-Rahman Shaheen, memperkirakan terdapat sekitar 300 hingga 350 ribu babi di Mesir.
Flu babi telah merenggut lebih dari 150 nyawa di Meksiko. Pejabat kesehatan Amerika Serikat melaporkan Rabu (29/4) lalu, seorang warga Meksiko berusia 23 tahun meninggal di Texas –korban flu babi pertama di luar Meksiko. Flu babi –oleh pemerintah Amerika dinamai “Flu H1N1 2009″– dikhawatirkan menyebar ke Eropa, Asia, dan belahan dunia lain.
Komentar Terakhir